PIODERMA GANGRENOSUM PASCA INFEKSI HERPES ZOSTER PADA PASIEN KANKER PAYUDARA

  • Adeline Jaclyn RS Kanker Dharmais
  • Fadhli Aulia Mughni
  • Agassi Suseno Sutarjo
  • Danang Tri Wahyudi
  • Aida SD Hoemardani
Kata Kunci: pioderma gangrenosum, herpes zoster, kanker payudara

Abstrak

Pendahuluan: Pioderma gangrenosum (PG) adalah dermatosis inflamasi neutrofilik langka yang ditandai dengan gambaran klasik berupa ulkus kulit yang khas, berkembang dengan cepat dan menyakitkan. Lebih dari 50% lesi berkembang karena fenomena patergi, yaitu timbulnya lesi PG di lokasi kulit yang mengalami trauma. Sebanyak 50-75% kasus memiliki penyakit sistemik yang mendasari, misalnya keganasan organ padat. Diagnosis PG biasanya sulit ditegakkan secara dini. Kasus: Wanita 68 tahun dengan riwayat kanker payudara menunjukkan lesi ulseratif progresif di area perut hingga punggung, yang muncul setelah infeksi herpes zoster (HZ). Biopsi dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan suatu keganasan, infeksi, atau vaskulitis, dan mendukung diagnosis PG. Terapi kortikosteroid sistemik dosis tinggi menunjukkan respons yang baik dalam 1 minggu. Diskusi: PG ulseratif adalah varian yang paling sering ditemui, termasuk pada PG yang terkait paraneoplastik. Terdapat dua kriteria diagnostik yang dapat membantu penegakkan diagnosis PG, yaitu kriteria diagnostik PG ulseratif dan sistem penilaian PARACELSUS. Kesimpulan: PG perlu menjadi pertimbangan diagnosis pada kasus ulseratif dengan kemungkinan adanya fenomena patergi dan penyakit sistemik yang mendasari. Pemeriksaan histopatologis perlu dilakukan untuk menyingkirkan diagnosis banding dan pengobatan dengan agen imunosupresif dianjurkan untuk PG.

References

1. George C, Deroide F, Rustin M. Pyoderma gangrenosum – a guide to diagnosis and management. Clinical Medicine. 2019;19(3):224-8.
2. Kuroda F, Urban C, Mendes E, Raymundo AR, Fornazari AAC, Durigan TR. Breast cancer and pyoderma gangrenosum: a complication after conservative surgery and radiotherapy. Mastology. 2020;30:e20200032:1-5.
3. Flora A, Frew JW. Pyoderma gangrenosum: a review of the clinical, mechanistic and therapeutic landscape. Wound Practice and Research. 2022;30(1):16-23.
4. Rubaian NB, Al-Mulhim A, Shaikh L. Pyoderma gangrenosum in a patient with metastatic breast cancer. Our Dermatol Online. 2022;13(3):299-301.
5. Kim D, Hur S, Lee JS, Chin S, Lim CW, Kim Z. Pyoderma gangrenosum mimicking wound infection after breast cancer surgery. J Breast Cancer. 2021;24(4):409-16.
6. Qureshi A, Persaud K, Zulfiqar S, Dande R, Puri C, Awasthi S. Atypical pyoderma gangrenosum: a case of delayed recognition. Journal of Community Hospital Internal Medicine Perspectives. 2021;11(2):242-8.
7. Alassani F, Kassang P, Amouzou E, Tchangai B, Sakiye KA, Darre T, et al. Paraneoplastic pyoderma gangrenosum associated with adenocarcinoma of the rectosigmoid junction: a case report. Journal of Medical Case Reports. 2019;13(372):1-5.
8. Maverakis E, Ma C, Shinkai K, Fiorentino D, Callen JP, Wollina U, et al. Diagnostic criteria of ulcerative pyoderma gangrenosum a delphi consensus of international experts. JAMA Dermatology. 2018;E1-E6.
9. Vernaci GM, Meroni M, Dieci MV, Sibene T, Montesco MC, Orvieto E, et al. Postsurgical pyoderma gangrenosum in a breast cancer patient: a case report and literature review. Case Rep Oncol. 2021;14:160-4.
10. Shah M, Sachdeva M, Gefri A, Jfri A. Paraneoplastic pyoderma gangrenosum in solid organ malignancy: a literature review. Int J Dermatol. 2020;59:154-8.
11. Huynh J, Aronowitz P. Pyoderma gangrenosum secondary to herpes zoster. Annals of Internal Medicine: Clinical Cases. 2022;e220841:1-2.
12. Alani A, Ahmad K. Pyoderma gangrenosum of the scalp: pathergic response to herpes zoster infection. Clinical and experimental dermatology. 2017;42:281-9.
13. Jockenhöfer F, Wollina U, Salva KA, Benson S, Dissemond J. The PARACELSUS score: a novel diagnostic tool for pyoderma gangrenosum. British Journal of Dermatology. 2019;180(3):615–20.
14. Jourabachi N, Lazarus GS. Pyoderma gangrenosum. Dalam: Kang S, Amagai M, Bruckner AL, Enk AH, Morgolis DJ, McMichael AJ, et al., penyuting. Fitzpatrick's dermatology. Edisi ke-9. New York: McGraw-Hill Education; 2019.h.605-16.
Diterbitkan
2024-06-19