VARIASI HASIL ANOSKOPI DAN PERANNYA UNTUK DETEKSI KUTIL INTRA-ANUS: SERIAL KASUS

  • Melissa Halim Departemen Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM)
  • Ayutika Saraswati Adisasmito
  • Anggita Nur Azizah
  • Yudo Irawan
  • Hanny Nilasari
  • Melani Marissa
Kata Kunci: kutil intra-anus, anoskopi, tes asam asetat, aplikasi asam trikloroasetat

Abstrak

Pendahuluan: Kutil intra-anus, yang disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV), meningkat insidennya terutama pada kelompok risiko tertentu seperti laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) dan individu dengan infeksi HIV. Laporan kasus: Dilaporkan empat kasus kutil intra-anus yang mendasari pemeriksaan anoskopi sebagai alat diagnostik utama, diikuti dengan pemeriksaan tes asam asetat dan aplikasi asam trikloroasetat (TCA) 90%. Hasil pemeriksaan menunjukkan variasi dalam presentasi klinis kutil intra-anus, dengan satu kasus mengarah pada diagnosis lesi subklinis.

Kesimpulan: Variasi dalam presentasi klinis kutil intra-anus menekankan pentingnya pemantauan berkala dengan anoskopi disertai evaluasi dari terapi yang telah diberikan.

References

1. Kim J ki, Park YG, Kim BG. Correlation between recurrence of anorectal condyloma acuminatum and human papilloma virus subtype. Genes and Genomics. 2022;44(3):389–94.
2. Zhu P, Qi RQ, Yang Y, Huo W, Zhang Y, He L, et al. Clinical guideline for the diagnosis and treatment of cutaneous warts (2022). J Evid Based Med. 2022;15(3):284–301.
3. Irisawa R, Tsuboi R, Saito M, Harada K. Treatment of intra-anal warts with imiquimod 5% cream: A single-center prospective open study. J Dermatol. 2021;48(4):476–80.
4. Control D. Sexually transmitted diseases treatment guidelines 2021. Centers for Disease Control and Prevention. Vol. 70, MMWR. Recommendations and reports?: Morbidity and mortality weekly report. Recommendations and reports / Centers for Disease Control. 2021. 1–135.
5. Indriatmi, Wresti; Pakassi, Trevino; Daili SFNH. Pedoman Nasional Infeksi Menular Seksual. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2016. p. 1–100.
6. Roberts JR, Siekas LL, Kaz AM. Anal intraepithelial neoplasia: A review of diagnosis and management. World J Gastrointest Oncol. 2017;9(2):50–61.
7. Gudur A, Shanmuganandamurthy D, Szep Z, Lucas Poggio J. An update on the current role of high resolution anoscopy in patients with anal dysplasia. Anticancer Res. 2019;39(1):17–23.
8. Cerejeira A, Cunha S, Coelho R, Macedo G, Barkoudah E, Azevedo F, et al. Perianal warts as a risk marker for anal high-risk-human papillomavirus (HPV) detection and HPV-associated diseases. J Eur Acad Dermatology Venereol. 2020;34(11):2613–9.
9. Menaldi SL, Anggraini I, Nilasari H. Recurrent perianal wart therapy with 90% trichloroacetate (TCA) solution in AIDS patients. J Gen Dermatology Venereol Indones. 2019;3(2):14–7.
10. Gardner IH, Watson KM, Nguyen D, Dewey EN, Deveney KE, Lu KC, et al. Progression of Anal Intraepithelial Neoplasia to Cancer Is Low with Anoscopy Surveillance and Treatment. J Gastrointest Surg. 2022;26(4):929–31.
Diterbitkan
2024-06-19